/, Facebook Ads, Tips dan Trik/Menapa Split-test Itu Penting Dan Caranya Bagaimana?

Menapa Split-test Itu Penting Dan Caranya Bagaimana?

Apa bedanya pebisnis online profesional dengan penjual online biasa? Salah satunya adalah kesabaran dalam mengujicoba kampanye iklan hingga menemukan formula yang berhasil.
Garis bawahi kata “Kesabaran.”
Karena memang penghambat terbesar dari seseorang melakukan ujicoba.
Sebagian pebisnis online, terutama yang di tahun pertama, selalu mengeluh iklannya gagal terus, tapi tidak mau melakukan test/ atau ujicoba, untuk mencari tahu alasan kenapa iklannya gagal, sambil menemukan apa yang berhasil. Saat di tanya, udah split-test belum? Sebagian besar jawabannya sama: Malas.
Split-testing, atau A/B testing, pengertian sederhananya adalah proses melakukan ujicoba terkontrol dari beberapa variasi iklan yang kita lakukan. Tujuannya untuk menemukan variasi iklan mana yang memiliki dampak paling besar dalam promosi kita.
Menurut Siddhart Deswal:

A/B Testing adalah membiarkan konsumen berbicara tanpa berbicara.

Ya, karena yang berbicara adalah tindakan mereka. Dan kita akan menerima hasil test nya dalam bentuk data yang bisa kita olah untuk mengoptimasi iklan kita selanjutnya.

 

A/B Testing

Feeling VS Data

Kita harus mempunyai intuisi atau feeling yang terlatih, masalahnya sering kali di awal kampanye iklan dan berkenalan ke pasar yang baru, intuisi kita belum terlatih.
Karenanya metode lain yang bisa kita lakukan selain mengandalkan intuisi, adalah mengandalkan data.
Bahkan marketer-marketer professional yang intuisinya sudah sangat teruji pun masih mengandalkan data melalui split-testing.
Affiliate marketer professional sampai sekarang masih terus melakukan split-testing walaupun intuisi mereka hampir selalu tepat dari awal.
Karenanya, jangan terlalu mengandalkan intuisi, atau feeling, gunakanlah data terlebih dahulu. Data sebelum feeling.
Science sebelum art. Data sebelum feeling.

Bagaimana melakukan split-testing dalam email marketing

Langkah-langkah ini memang untuk split-testing dalam email marketing, namun secara prinsip bisa Anda terapkan di channel pemasaran lain.
Yang pertama Anda lakukan adalah menentukan apa yang mau Anda test.
Sebagai contoh, tahapan yang saya lalui dalam melakukan split-testing dalam setiap kampanye email marketing saya adalah seperti ini:

1. Menguji cerita/ sudut pandang terbaik dari sebuah iklan. Tujuan: menemukan marketing message to market match, atau mengetahui cerita apa yang paling cocok vibrasi-nya dengan audiens saya. Ini biasanya saya mengirimkan 2 atau 3 email yang sama sekali berbeda. Disini saya biasanya juga menguji penawaran yang berbeda jika saya sedang mempromosikan lebih dari satu produk.

2. Menguji subject email/ judul email terbaik. Setelah ketemu ceritanya, judulnya apa? Karena satu cerita yang sama bisa menggunakan banyak judul berbeda. Disini biasanya sebagian besar waktu saya berada. 80% email Anda adalah subject nya, jadi fokuslah disini. Tujuan: mencari judul yang paling banyak dibuka atau email open-rate tertinggi.

3. Menguji isi emailnya. Disinilah Anda menuliskan isi kampanye iklan Anda. Apakah email yang panjang atau pendek yang lebih menjual? Apakah yang menggunakan gambar? Dll. Tujuan: menemukan tingkat konversi tertinggi ke produk yang saya jual didalam emailnya.

4. Menguji CTA (Call To Action). Tujuan: Menemukan click-rate tertinggi untuk link didalam email.

5. Menguji list. Sering kali kita memiliki banyak list dan ingin mengetahui list mana yang sevibrasi dengan email promosinya. Beda list biasanya akan memiliki respon berbeda dengan email yang kita kirimkan Tujuan: menemukan ke segmen pasar mana kita harus fokus.

Sebenarnya masih banyak lagi variable yang kita test, namun saya pribadi seringnya melakukan split-test untuk 5 hal diatas.

Mengukur hasil split-test

Setelah selesai, Anda akan mendapatkan data untuk Anda olah dan terapkan ke kampanye email marketing Anda selanjutnya.
Data yang harus Anda perhatikan adalah:
  1. Email open rate.
  2. Click-through rate.
  3. Conversion rate (berapa banyak yang membeli/ terkonversi.)
Menganalisa data diatas baru setengah analisanya, sisanya adalah di pertambahan aktual pemasukan Anda, baik itu revenue (omset), atau profit (keuntungan.) Saya biasanya malah fokus ke profit atau tidaknya dulu sebelum memperhatikan angka diatas.

Kesimpulan

Anda tidak perlu menjadi orang yang terlalu kreatif untuk membuat iklan yang berhasil, Anda hanya harus bersabar sedikit untuk menemukan iklan mana yang paling menarik bagi target pasar Anda. Karena yang bagus menurut Anda belum tentu bagus menurut audiens dan pembeli Anda.
Selamat split-test, selamat mencoba!
By |2018-08-27T07:48:06+00:00Agustus 27th, 2018|Bisnis, Facebook Ads, Tips dan Trik|0 Comments

Leave A Comment